<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: NEED NEW CHALLENGE..!!</title>
	<atom:link href="http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Nov 2009 11:34:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: mazarif</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-190</link>
		<dc:creator>mazarif</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 02:20:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-190</guid>
		<description>selamat datang di dunia nyata...gak lagi cuma textbook</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat datang di dunia nyata&#8230;gak lagi cuma textbook</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Didiet</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-186</link>
		<dc:creator>Didiet</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 08:08:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-186</guid>
		<description>aulya kok jarang update lagi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aulya kok jarang update lagi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eVie</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-183</link>
		<dc:creator>eVie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 22:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-183</guid>
		<description>Sebulan yang lalu (awal Juni 2007), aku mendapat telpon permintaan bantuan dari seorang kakak (mahasiswa UNSAHID), untuk membantu menyadarkan adiknya (Mahasiswi Perbanas), yang diam-diam bergabung dengan Gerakan NII-Zaytun.Ternyata sang adik sudah setahun menjadi pengikut setia dan bahkan sudah memiliki sejumlah &quot;anak buah&quot;. Mereka memiliki 2 &quot;kewajiban&quot; yaitu memenuhi target setoran uang dan target mencari anggota-anggota baru. Sungguh menyedihkan.

Sang adik (sebut saja namanya Tri), tega membohongi orang tuanya dengan meminta uang terus-menerus untuk &quot;urusan kampus&quot;. Pada kesempatan lain, Tri
berdalih minta uang karena &quot;menghilangkan ponsel teman&quot;, &quot;bantu teman yg masuk RS&quot;, &quot;memperbaiki laptop teman yang jatuh&quot;, hingga &quot;Biaya Kuliah Tambahan&quot;.

Kertas catatan yang digeledah dari tasnya, menunjukkan Tri sudah menyetor uang berulang-ulang kepada &quot;atasannya&quot;, mulai dari 300 ribu hingga 4 juta rupiah. Termasuk catatan setoran sejumlah &quot;anak buah&quot; bernominal minimal 150 ribu. Hal itu sudah dilakukan berbulan-bulan!.

Kepada orang tuanya, aku menyarankan agar Tri diisolasi dulu dari lingkungan kampus. Tri tidak boleh kemana-mana. Ia harus di rumah dan dalam pengawasan 24 jam. Ponselnya harus diambil. Tidak boleh diberikan uang sedikitpun, karena bila ia masih memilikinya, ia akan diam2 menelpon dari wartel terdekat dan menghubungi kelompok brengsek itu.

Kepada Tri, aku mengajak dialog dari hati-ke-hati. Aku ingatkan ia bahwa orang tuanya begitu sayang padanya betapa pun ia (Tri) telah menganggapnya &quot;Kafir&quot;. Aku juga mengingatkan, bahwa di hari kiamat nanti, tiap-tiap orang akan mencari pembela untuk membantu dan membela dirinya di pengadilan Allah. Saat itu, apabila Tri mendatangi kelompoknya pastilah mereka akan cuci tangan dan menolak membantunya, bahkan balik menyalahkannya mengapa ia mau mengikuti jalan sesat!.

Setitik air mata di sudut matanya, menjadi saksi bahwa Tri mulai menyadari dan menyesali kekeliruannya. Sesekali Tri memandangi wajah ayah-ibunya, dan kemudian ia tertunduk. Semoga saja Tri memang benar-benar menyadari kekeliruannya.

Hari Kamis, 28 Juni 2007, kembali telpon di ruanganku berdering. Kali ini permintaan bantuan dari seorang bapak yang mencemaskan putrinya (Mahasiswi
Univ. Persada - Jakarta) ikut gerakan sesat NII-Zaytun. Malam harinya, aku bersilaturahmi ke rumah beliau (Bapak S) di daerah Pondok Kelapa. Aku juga berkesempatan bertemu langsung dengan putrinya yang bermasalah itu. Lagi-lagi cerita klasik berulang.

Aku cemas, gelisah, sekaligus marah. Mengapa masalah NII-Zaytun tak kunjung
tuntas. Padahal sudah sangat jelas kasusnya dan sudah ribuan orang dirugikan.

NII Zaytun sudah terbukti merusak kesehatan, membuat gangguan jiwa, meninggalkan keluarga dan menguras harta benda !.

Barangkali, gerakan NII-Zaytun akan disikapi serius oleh aparat keamanan kalau yang menjadi korbannya adalah putra-putri pejabat tinggi.Haruskah itu terjadi lebih dulu ? Haruskah menunggu korban lebih banyak lagi ?

Ir. Sidik Budiyanto
Aktivis Dakwah Kampus
zibuyan[at]yahoo.com

------------------------
Catatan : Utk melengkapi isi buku saya &quot;How to Fight NII-Zaytun&quot;, saya butuh info ttg korban2 NIIZ di sekolah dan kampus terutama thn 2005-2007. Kirimkan info ke zibuyan@yahoo.com atau SMS ke 0815 8604 9900.

Trims.

http://nii-alzaytun.blogspot.com/2007/07/nii-zaytun-yang-merusak.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan yang lalu (awal Juni 2007), aku mendapat telpon permintaan bantuan dari seorang kakak (mahasiswa UNSAHID), untuk membantu menyadarkan adiknya (Mahasiswi Perbanas), yang diam-diam bergabung dengan Gerakan NII-Zaytun.Ternyata sang adik sudah setahun menjadi pengikut setia dan bahkan sudah memiliki sejumlah &#8220;anak buah&#8221;. Mereka memiliki 2 &#8220;kewajiban&#8221; yaitu memenuhi target setoran uang dan target mencari anggota-anggota baru. Sungguh menyedihkan.</p>
<p>Sang adik (sebut saja namanya Tri), tega membohongi orang tuanya dengan meminta uang terus-menerus untuk &#8220;urusan kampus&#8221;. Pada kesempatan lain, Tri<br />
berdalih minta uang karena &#8220;menghilangkan ponsel teman&#8221;, &#8220;bantu teman yg masuk RS&#8221;, &#8220;memperbaiki laptop teman yang jatuh&#8221;, hingga &#8220;Biaya Kuliah Tambahan&#8221;.</p>
<p>Kertas catatan yang digeledah dari tasnya, menunjukkan Tri sudah menyetor uang berulang-ulang kepada &#8220;atasannya&#8221;, mulai dari 300 ribu hingga 4 juta rupiah. Termasuk catatan setoran sejumlah &#8220;anak buah&#8221; bernominal minimal 150 ribu. Hal itu sudah dilakukan berbulan-bulan!.</p>
<p>Kepada orang tuanya, aku menyarankan agar Tri diisolasi dulu dari lingkungan kampus. Tri tidak boleh kemana-mana. Ia harus di rumah dan dalam pengawasan 24 jam. Ponselnya harus diambil. Tidak boleh diberikan uang sedikitpun, karena bila ia masih memilikinya, ia akan diam2 menelpon dari wartel terdekat dan menghubungi kelompok brengsek itu.</p>
<p>Kepada Tri, aku mengajak dialog dari hati-ke-hati. Aku ingatkan ia bahwa orang tuanya begitu sayang padanya betapa pun ia (Tri) telah menganggapnya &#8220;Kafir&#8221;. Aku juga mengingatkan, bahwa di hari kiamat nanti, tiap-tiap orang akan mencari pembela untuk membantu dan membela dirinya di pengadilan Allah. Saat itu, apabila Tri mendatangi kelompoknya pastilah mereka akan cuci tangan dan menolak membantunya, bahkan balik menyalahkannya mengapa ia mau mengikuti jalan sesat!.</p>
<p>Setitik air mata di sudut matanya, menjadi saksi bahwa Tri mulai menyadari dan menyesali kekeliruannya. Sesekali Tri memandangi wajah ayah-ibunya, dan kemudian ia tertunduk. Semoga saja Tri memang benar-benar menyadari kekeliruannya.</p>
<p>Hari Kamis, 28 Juni 2007, kembali telpon di ruanganku berdering. Kali ini permintaan bantuan dari seorang bapak yang mencemaskan putrinya (Mahasiswi<br />
Univ. Persada &#8211; Jakarta) ikut gerakan sesat NII-Zaytun. Malam harinya, aku bersilaturahmi ke rumah beliau (Bapak S) di daerah Pondok Kelapa. Aku juga berkesempatan bertemu langsung dengan putrinya yang bermasalah itu. Lagi-lagi cerita klasik berulang.</p>
<p>Aku cemas, gelisah, sekaligus marah. Mengapa masalah NII-Zaytun tak kunjung<br />
tuntas. Padahal sudah sangat jelas kasusnya dan sudah ribuan orang dirugikan.</p>
<p>NII Zaytun sudah terbukti merusak kesehatan, membuat gangguan jiwa, meninggalkan keluarga dan menguras harta benda !.</p>
<p>Barangkali, gerakan NII-Zaytun akan disikapi serius oleh aparat keamanan kalau yang menjadi korbannya adalah putra-putri pejabat tinggi.Haruskah itu terjadi lebih dulu ? Haruskah menunggu korban lebih banyak lagi ?</p>
<p>Ir. Sidik Budiyanto<br />
Aktivis Dakwah Kampus<br />
zibuyan[at]yahoo.com</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Catatan : Utk melengkapi isi buku saya &#8220;How to Fight NII-Zaytun&#8221;, saya butuh info ttg korban2 NIIZ di sekolah dan kampus terutama thn 2005-2007. Kirimkan info ke <a href="mailto:zibuyan@yahoo.com">zibuyan@yahoo.com</a> atau SMS ke 0815 8604 9900.</p>
<p>Trims.</p>
<p><a href="http://nii-alzaytun.blogspot.com/2007/07/nii-zaytun-yang-merusak.html" rel="nofollow">http://nii-alzaytun.blogspot.com/2007/07/nii-zaytun-yang-merusak.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aulya</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-182</link>
		<dc:creator>aulya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 12:06:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-182</guid>
		<description>i will heheheheh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>i will heheheheh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aulya</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-181</link>
		<dc:creator>aulya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 10:54:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-181</guid>
		<description>#nelongso
i will and i am</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#nelongso<br />
i will and i am</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nelongso</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-180</link>
		<dc:creator>nelongso</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 10:24:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-180</guid>
		<description>do the best for your life and never stop to explore...

keep the show and it must go on everlastin...caiyoooo.

good luck</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>do the best for your life and never stop to explore&#8230;</p>
<p>keep the show and it must go on everlastin&#8230;caiyoooo.</p>
<p>good luck</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: takien</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-179</link>
		<dc:creator>takien</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jul 2007 19:28:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-179</guid>
		<description>iseng dapat blog ini di guugle

siip siip ....
blog yang keren euy
keep blogging deh....

http://warnetforum.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iseng dapat blog ini di guugle</p>
<p>siip siip &#8230;.<br />
blog yang keren euy<br />
keep blogging deh&#8230;.</p>
<p><a href="http://warnetforum.com" rel="nofollow">http://warnetforum.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aulya</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-155</link>
		<dc:creator>aulya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2007 11:50:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-155</guid>
		<description>saya sedang menghadapi tantantan baru sekarang. the real challege, i think

#anthonysteven
salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sedang menghadapi tantantan baru sekarang. the real challege, i think</p>
<p>#anthonysteven<br />
salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anthonysteven</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-149</link>
		<dc:creator>anthonysteven</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2007 08:45:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-149</guid>
		<description>Tantangan? Kayaknya banyak tuh...
Mari buat sekeliling kita lebih baik....
Mungkin mau coba kerja di NGO?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tantangan? Kayaknya banyak tuh&#8230;<br />
Mari buat sekeliling kita lebih baik&#8230;.<br />
Mungkin mau coba kerja di NGO?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aulya</title>
		<link>http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-124</link>
		<dc:creator>aulya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 09:58:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aulya.wordpress.com/2006/11/28/need-new-challenge/#comment-124</guid>
		<description>#didiet
no pain no gain. tanpa kerja keras, kita ga bisa ngedapetin yg kita mau. begitu jg kuliah. make a sense!
ayo semangaaaaaaaaattttttttt....!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#didiet<br />
no pain no gain. tanpa kerja keras, kita ga bisa ngedapetin yg kita mau. begitu jg kuliah. make a sense!<br />
ayo semangaaaaaaaaattttttttt&#8230;.!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
