Dengan hitungan detik lagi, hidup gw di kampus will be over. Semenjak tugas akhir alias skripsi gw uda kelar, gw ngerasa ga nemui ada tantangan yang keren lagi. Rasa-rasanya uda ga niat lagi kuliah di kampus ini dan pengen cari sesuatu yang baru, yang lebih menantang tentunya. Gw pengen kerasukan setan intelektual yang lebih radikal lagi, yang bisa buat gw lebih berkembang dan gw akan mencari di tempat lain. Cari suasana baru bo’, tanpa meninggalkan kampus gw tentunya. Gw kan salah satu pecinta kampus STIE Malangkucecwara, viva MCE…!! Tapi gw kan harus nyelesain kuliah yg tinggal seuprit, emang kampus emak gw main pergi gitu aje….. hehehehehehe…
Gw pikir real challenges adalah setelah gw lulus. Bisa kaga gw kerja, bisa kaga gw independent, dan yg penting bisa kaga gw survive di dunia dimana hukum rimba dijadikan penentu survival seseorang.
Anybody who want to challenge me?
He2 ternyata aulia bikin blog juga kagak tau ni aku..ni aku adit teman kuliah di ABM ingatkan..iya ni gak terasa bentar kagi lulus jadi inget dulu waktu semester 1 ya…gak terasa banget sekarang sebentar lagi kita uda masuk dunia kerja
tetap semangat, dan tumbuhkan motivasi! salam kenal aulya
#didiet
iya neh, ga kerasa kita uda mo lulus. justru setelah lulus dari kampus tercinta inilah, the real challege have to be faced. didiet wisuda kapan neh?
#aulya fadla
met kenal juga ya….. btw, nama kita sama hehehehe…
aulya semester brp neh? may i know who you are?
#all reader
wait for my next writing, ok!!!!
sila buka laman ini :
http://nii-alzaytun.blogspot.com
cakap seru !!!
senangnya yg dah mau kelar….
aku masih mau semester 4
Selamat ya.
Semoga sukses.
Salam.
#wenny
akhirnya, kelar juga kuliah S1. tapi perjuangan belom berakhir. Semangaaaaaaaaatttttttttttt…..!!!
#dewo
salam kenal Dewo, thx!!
wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu aku kapan lulus
#didiet
no pain no gain. tanpa kerja keras, kita ga bisa ngedapetin yg kita mau. begitu jg kuliah. make a sense!
ayo semangaaaaaaaaattttttttt….!!!!
Tantangan? Kayaknya banyak tuh…
Mari buat sekeliling kita lebih baik….
Mungkin mau coba kerja di NGO?
saya sedang menghadapi tantantan baru sekarang. the real challege, i think
#anthonysteven
salam kenal
iseng dapat blog ini di guugle
siip siip ….
blog yang keren euy
keep blogging deh….
http://warnetforum.com
do the best for your life and never stop to explore…
keep the show and it must go on everlastin…caiyoooo.
good luck
#nelongso
i will and i am
i will heheheheh
Sebulan yang lalu (awal Juni 2007), aku mendapat telpon permintaan bantuan dari seorang kakak (mahasiswa UNSAHID), untuk membantu menyadarkan adiknya (Mahasiswi Perbanas), yang diam-diam bergabung dengan Gerakan NII-Zaytun.Ternyata sang adik sudah setahun menjadi pengikut setia dan bahkan sudah memiliki sejumlah “anak buah”. Mereka memiliki 2 “kewajiban” yaitu memenuhi target setoran uang dan target mencari anggota-anggota baru. Sungguh menyedihkan.
Sang adik (sebut saja namanya Tri), tega membohongi orang tuanya dengan meminta uang terus-menerus untuk “urusan kampus”. Pada kesempatan lain, Tri
berdalih minta uang karena “menghilangkan ponsel teman”, “bantu teman yg masuk RS”, “memperbaiki laptop teman yang jatuh”, hingga “Biaya Kuliah Tambahan”.
Kertas catatan yang digeledah dari tasnya, menunjukkan Tri sudah menyetor uang berulang-ulang kepada “atasannya”, mulai dari 300 ribu hingga 4 juta rupiah. Termasuk catatan setoran sejumlah “anak buah” bernominal minimal 150 ribu. Hal itu sudah dilakukan berbulan-bulan!.
Kepada orang tuanya, aku menyarankan agar Tri diisolasi dulu dari lingkungan kampus. Tri tidak boleh kemana-mana. Ia harus di rumah dan dalam pengawasan 24 jam. Ponselnya harus diambil. Tidak boleh diberikan uang sedikitpun, karena bila ia masih memilikinya, ia akan diam2 menelpon dari wartel terdekat dan menghubungi kelompok brengsek itu.
Kepada Tri, aku mengajak dialog dari hati-ke-hati. Aku ingatkan ia bahwa orang tuanya begitu sayang padanya betapa pun ia (Tri) telah menganggapnya “Kafir”. Aku juga mengingatkan, bahwa di hari kiamat nanti, tiap-tiap orang akan mencari pembela untuk membantu dan membela dirinya di pengadilan Allah. Saat itu, apabila Tri mendatangi kelompoknya pastilah mereka akan cuci tangan dan menolak membantunya, bahkan balik menyalahkannya mengapa ia mau mengikuti jalan sesat!.
Setitik air mata di sudut matanya, menjadi saksi bahwa Tri mulai menyadari dan menyesali kekeliruannya. Sesekali Tri memandangi wajah ayah-ibunya, dan kemudian ia tertunduk. Semoga saja Tri memang benar-benar menyadari kekeliruannya.
Hari Kamis, 28 Juni 2007, kembali telpon di ruanganku berdering. Kali ini permintaan bantuan dari seorang bapak yang mencemaskan putrinya (Mahasiswi
Univ. Persada – Jakarta) ikut gerakan sesat NII-Zaytun. Malam harinya, aku bersilaturahmi ke rumah beliau (Bapak S) di daerah Pondok Kelapa. Aku juga berkesempatan bertemu langsung dengan putrinya yang bermasalah itu. Lagi-lagi cerita klasik berulang.
Aku cemas, gelisah, sekaligus marah. Mengapa masalah NII-Zaytun tak kunjung
tuntas. Padahal sudah sangat jelas kasusnya dan sudah ribuan orang dirugikan.
NII Zaytun sudah terbukti merusak kesehatan, membuat gangguan jiwa, meninggalkan keluarga dan menguras harta benda !.
Barangkali, gerakan NII-Zaytun akan disikapi serius oleh aparat keamanan kalau yang menjadi korbannya adalah putra-putri pejabat tinggi.Haruskah itu terjadi lebih dulu ? Haruskah menunggu korban lebih banyak lagi ?
Ir. Sidik Budiyanto
Aktivis Dakwah Kampus
zibuyan[at]yahoo.com
————————
Catatan : Utk melengkapi isi buku saya “How to Fight NII-Zaytun”, saya butuh info ttg korban2 NIIZ di sekolah dan kampus terutama thn 2005-2007. Kirimkan info ke zibuyan@yahoo.com atau SMS ke 0815 8604 9900.
Trims.
http://nii-alzaytun.blogspot.com/2007/07/nii-zaytun-yang-merusak.html
aulya kok jarang update lagi
selamat datang di dunia nyata…gak lagi cuma textbook