November 28, 2006 by aulya
Dengan hitungan detik lagi, hidup gw di kampus will be over. Semenjak tugas akhir alias skripsi gw uda kelar, gw ngerasa ga nemui ada tantangan yang keren lagi. Rasa-rasanya uda ga niat lagi kuliah di kampus ini dan pengen cari sesuatu yang baru, yang lebih menantang tentunya. Gw pengen kerasukan setan intelektual yang lebih radikal lagi, yang bisa buat gw lebih berkembang dan gw akan mencari di tempat lain. Cari suasana baru bo’, tanpa meninggalkan kampus gw tentunya. Gw kan salah satu pecinta kampus STIE Malangkucecwara, viva MCE…!! Tapi gw kan harus nyelesain kuliah yg tinggal seuprit, emang kampus emak gw main pergi gitu aje….. hehehehehehe…
Gw pikir real challenges adalah setelah gw lulus. Bisa kaga gw kerja, bisa kaga gw independent, dan yg penting bisa kaga gw survive di dunia dimana hukum rimba dijadikan penentu survival seseorang.
Anybody who want to challenge me?
Posted in Curahan Hati | 18 Comments »
October 13, 2006 by aulya
Aulya Agustin Dwi Andhini, STIE Malangkucecwara Malang
Abstract: The organizations or companies are facing the challenges of global competition. They have to re-think the way of their business and re-evaluate the way of their communication. Effective corporate communication in today’s business environment is becoming increasingly important and it is playing role to make organization or company become flexible and more competitive. This paper covers two major sectors of the new development of corporate communication: changing corporate communication flow and bridging culture differences by communication.
Keywords: organization, global competition, communication, company, corporate
Pengembangan Corporate Communication
Posted in Journals and Papers | 9 Comments »
October 11, 2006 by aulya
Pagi ini saya sarapan pagi dengan menu spesial loh. Sarapan pagi yang menyehatkan. Tapi tunggu dulu! Sarapan kali ini bukanlah cereal, bread, milk, ato soto loh. Saya sarapan “kritik pedas”. Mo tau bagaimana rasanya? Lets check it out!
Pagi ini, kelompok saya mendapat giliran untuk presentasi perdana satu mata kuliah. Singkat cerita, kelompok kami mendapat dua kritik dari mahasiswa dan kritik itu ditujukan ke saya. Salah satu mahasiswa mengatakan bahwa saya tidak memberi kesempatan kepada anggota lain untuk mempresentasikan isi makalah sehingga saya terkesan mendominasi. Kritik itu langsung kami tanggapi dengan bijak. Saya sebagai perwakilan kelompok menjelaskan bahwa, di awal, kelompok kami sepakat bahwa hanya saya yang menjelaskan isi makalah secara global. Jadi, untuk menghemat waktu, temen2 menunjuk saya sebagai presenter sebab kami akan lebih berkonsentrasi pada sesi diskusi. Masa, uda mahasiswa kaga bisa baca makalah?
Untuk kritik yang kedua, saya pikir merupakan kritik yang berbobot buat saya. Salah satu mahasiswa mengatakan bahwa, sekali lagi, saya terlalu mendominasi menjawab pertanyaan dari audiences. Sebelumnya saya klarifikasi dulu neh. Saya bukannya mendominasi dalam menjawab pertanyaan audiences. Saya hanya membantu anggota lainnya dalam memberikan jawaban. Karena jawaban mereka kurang jelas dan kurang lengkap, saya membantu mereka. Mungkin karena itulah, saya terlihat mendominasi. Selain itu juga, saya kurang setuju dengan adanya diskusi kecil antar penyaji yang memakan banyak waktu dalam menjawab. Saya pikir hal itu tidak perlu ada. Selain itu juga, kadang ada beberapa penyaji yang tidak expect dengan pengembangan pertanyaan audience. Akibatnya, mereka tidak siap dengan jawabannya. Dengan begitu, penyaji akan terkesan tidak menguasai materi. Itu yang tidak saya harapkan. Diawal saya sudah warning “kuasai materi! kalo tidak jelas, kita diskusi sama2.” Padahal job descriptionnya sudah jelas.
Bagaimana menurut anda? Sarapan pagi saya nikmat bukan?
Posted in Curahan Hati | 13 Comments »
October 10, 2006 by aulya
Aulya Agustin Dwi Andhini, Mahasiswa STIE Malangkucecwara Malang
Aida Ainul Mardiyah, STIE Malangkucecwara Malang
Tujuan artikel ini untuk melihat implikasi modernisasi administrasi pajak terhadap peningkatan penerimaan pajak. UU Pajak yang lama dinilai sudah tidak akomodatif lagi karena memiliki banyak kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh perorangan atau badan usaha untuk menghindari kewajiban pajak. Pemberlakuan UU Pajak yang baru berkaitan dengan modernisasi perpajakan diharapkan bisa mengatasi upaya menghindari kewajiban pajak oleh wajib pajak. Tidak hanya itu, UU Perpajakan yang baru diikuti oleh modernisasi administrasi perpajakan sehingga mempermudah pengurusan pajak oleh masyarakat. Proses pengurusan pajak yang selama ini dilakukan oleh wajib pajak dinilai terlalu berbelit-belit sehingga tidak efisien lagi.
Adanya modernisasi administrasi perpajakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat kepuasan wajib pajak terhadap modernisasi Large Taxpayer Office (LTO). Tingkat kepuasan pajak ini dapat tercermin dalam ketepatan waktu dalam menyampaikan SPT karena kemudahan e-filling, berkurangnya denda atau penalti atas keterlambatan pembayaran angsuran pajak karena kesulitan pengisian formulir, dan pada akhirnya kepuasan wajib pajak (WP) akan berimplikasi pada meningkatnya kepatuhan membayar pajak. Hal ini juga di dukung oleh sebuah survey Amerika bahwa karena kemudahan e-filling membuat wajib pajak merasa lebih mudah dalam melaporkan laporan pajaknya (Anonymous, 2000). Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil review Conlin et al. (2005) menunjukkan bahwa dengan adanya administrasi pajak akan meningkatkan penerimaan pajak (termasuk rasio pajak yang digunakan).
Posted in Journals and Papers | 50 Comments »
October 10, 2006 by aulya
Aulya Agustin Dwi Andhini, Mahasiswa STIE Malangkucecwara Malang
Aida Ainul Mardiyah, Dosen STIE Malangkucecwara Malang
Tujuan artikel untuk memberikan sebuah wacana sebuah pendidikan tinggi sebagai sebuah public institution atau private institution. Argumen tersebut didasarkan atas Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Jika sebuah pendidikan tinggi yang private institution, fungsi perguruan tinggi bergeser menjadi organisasi yang berbasis laba (profit oriented). Pengelolaan dana perguruan tinggi haruslah diikuti dengan transparansi anggaran secara menyeluruh kepada publik berdasarkan prinsip keadilan, akuntabilitas, dan kejujuran seperti yang dijelaskan dalam pasal 48 UU Sisdiknas No 20/2003.
Good university governance merupakan sebuah konsep yang muncul karena kesadaran bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi dan institusi perguruan tinggi memang tidak dapat disamakan dengan penyelenggaraan sebuah negara atau korporasi. Yang membedakannya adalah nilai-nilai luhur pendidikan yang harus dijaga dalam pelaksanaannya. Prinsip akuntabilitas dan transparansi adalah prinsip dasar untuk membawa sebuah perguruan tinggi menuju good university governance. Memahami prinsip-prinsip dasar dalam good university governance akan memacu untuk mencari bentuk yang terbaik sebuah perguruan tinggi yang paling dekat dengan para sivitas akademika.
Posted in Journals and Papers | 8 Comments »
October 10, 2006 by aulya
Beberapa minggu ini, saya dipusingkan dengan nulis beberapa makalah dan paper. Dari mulai hunting material, nganalisis, sampai ngetik, saya lakuin sendiri. Memang ada beberapa makalah yg kerjanya kelompokan, tapi kelompok saya ga bisa di andalkan hanya “numpang nama”. It’s ok, I’m glad to do that. Gara2 terlalu enjoy nulis, sampai sampai penyakit lama kambuh, oughhh…teribly
Gimana kaga kambuh, lha wong makan aja lupa (jangankan makan, mandi aja kaga inget
). Tapi dibalik semua itu, saya memetih hasilnya. Makalah, paper, performa presentasi saya dinilai exellent oleh para dosen. Kebanyakan comment para dosen ke saya “Aulya gantiin Bapak/ Ibu ngajar saja, kamu capable”. Bener2 puaaaaaaaaassssssss banget. Pepatah “no pain no gain” bener2 berlaku loh.
Tapi gw ga bole puas begitu saja. Mungkin the way how to explain material uda ok, tapi ada satu hal yang harus saya improve, time managing. Kadang2 karena asyik menjelaskan, saya lupa dengan waktu.
Selain itu juga, gara2 seneng nulis, saya nolak kerjaan dari kantor. Ada beberapa kerjaan seperti survey asset dan approach ke klien saya limpahkan ke temen kantor yang laen. Dan untungnya neh big boss kaga marah karena beliau tau posisi saya sekarang seperti apa. Boss thx berat ya 
Posted in Curahan Hati | 9 Comments »
This is my first post. Hopefully, you interest with my blog and always visit my blog. Have a nice blogging.
Posted in Uncategorized | 4 Comments »